Naik Gunung Tanpa Ribet? Yuk Jelajah Gunung Telomoyo dengan Jeep.

Apakah kamu kaum mager tapi lagi ingin menikmati susasana gunung? Apakah kamu ingin naik gunung tapi males capeknya? Mungkin Gunung Telomoyo bisa jadi pilihannya.

Weekend kemarin, saya sekeluarga berkesempatan mencicipi indahnya Gunung Telomoyo dengan jeep. Mendadak piknik ceritanya. Sabtu sore si suami baru tercetus ajakan main ke Kopeng, habis maghrib langsung deh cabut dari Kota Semarang menuju Kopeng. Rencananya kami memang akan menginap di Kopeng sebelum bertolak ke Gunung Telomoyo esoknya. Kopeng rasanya menjadi destinasi yang pas untuk kami saat itu karena relatif dekat dari Semarang dan juga pemandangan pegunungannya yang indah. Cocoklah untuk jiwa-jiwa rindu hawa dingin pegunungan seperti saya tapi gag sempet naik gunung beneran. Hehehe

Setibanya di penginapan, tak banyak kegiatan yang saya lakukan. Hanya berkeliling sejenak di sekitar penginapan kemudian langsung masuk kamar untuk tidur. Hawa dinginnya membuat segera ingin masuk selimut. Ada sedikit kejadian horor di penginapan ini yang saya alami. Dari mulai awal masuk gerbang sampai di kamar saya mencium aroma “wangi”. Saya syh mencoba berpikiran positif itu mungkin aroma bunga di sekitar penginapan. Tapi aroma ini masih awet sejak dari bagian luar penginapan sampai saya masuk kamar dan baru hilang esok paginya. Mungkin karena saya sedang haid jadi agak lebih sensitif ya bawaannya. Esoknya pun saya konfirmasi ke suami soal kejadian ini eh dia bilang tidak mencium apa-apa. Oke baiklaaah.

Agenda pagi di penginapan hanya ingin santai menikmati pemandangan sekitar. Beruntung pagi itu cuaca cerah dan kebetulan si Chiara belum bangun dari tidurnya jadi bisa quality time sama bapaknya sejenak. Sedaaaap.

Saat Chiara sudah bangun, tentu saja dia langsung minta main keluar. Kebetulan di penginapan ada rumah burung gitu deh, lumayan ada hiburan dikit. Ibu juga meracuni Chiara biar ikutan senang mencintai gunung ceritanya, jadi ajakan nongkrong dulu deh sambil minum susu. Aseeeekkk.

Berhubung dalam agenda kali ini kami tidak sendiri alias ramean sama teman-teman si bapak, jadi pagi itu sudah mulai ramai saat satu persatu orang mulai bangun. Genk anak-anak udah mulai main-main di ayunan, jungkat-jungkit, kursi putar, dan kolam renang. Bisa dibilang penginapannya cukup family friendly ya. Genk bapak-bapak mulai asik ngopi pagi dan buka durian. Sementara genk ibu-ibu siap-siap masak untuk sarapan rame-rame. Saya syh harusnya ikutan masak juga, tapi berhubung harus jaga Chiara jadi ya bertugas jadi bodyguard dulu. Chiara sempat ngotot minta renang, tapi begitu baru 5 menit nyebur langsung minta udahan karena airnya dingin banget. Hahaha…kasian juga liat dia menggigil padahal udah semangat banget anaknya.

Rencananya pagi itu seusai sarapan kami akan menuju Gunung Telomoyo. Gunung Telomoyo sendiri terletak di antara wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kalau dari tempat kami menginap, maka kami harus ke arah turun dulu baru menuju arah jalan menuju Gunung Telomoyo.

Setelah puas sarapan, menghabiskan waktu bersama di penginapan, dan membereskan barang bawaan, maka kami pun segera check-out dari penginapan dan menuju ke Gunung Telomoyo. Walau sudah tau tempat ini dari lama dan melihatnya di media sosial, tapi ini adalah pengalaman pertama saya ke Telomoyo jadi tidak ingin terlalu menaruh ekspektasi apa-apa. Jaraknya hanya 10 menit dari penginapan kami menuju loket masuk Gunung Telomoyo. Saya tak sempat mengambil foto, tapi bisa dibilang tempatnya dikelola dengan baik. Petunjuk jalannya jelas, parkir luas dan bersih, tersedia fasilitas umum yang bersih  juga seperti toilet, aula dll, ada juga warung-warung kecil di sekitarnya, dan persewaan motor dan jeep. Yup! Begitu sampai loket kami baru tau ternyata mobil pribadi dilarang naik sampai puncak, kalau motor masih boleh. Jadi jika kalian membawa mobil pribadi kalau ingin ke Puncak Telomoyo pilihannya ya antara jalan kaki, sewa motor, atau sewa mobil jeep. FYI dari loket masuk sampai ke puncak masih ada sekitar 8 km dengan trek yang cukup menantang. Jadi pastikan kendaraan dalam kondisi yang prima ya demi keamanan dan kenyamanan.

Kami pun membayar tiket masuk sebesar 20 ribu rupiah dan parkir 5 ribu rupiah. Setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan sewa mobil jeep saja mengingat kami membawa anak kecil dan bisa jadi pengalaman pertama juga untuk Chiara naik mobil jeep. Biaya sewa mobil jeep sebesar 300 ribu rupiah dengan durasi kurang lebih 2 jam dan bisa mengangkut sekitar 5 orang penumpang dewasa. Kemarin 1 mobil yang kami sewa mengangkut 5 orang dewasa termasuk supir dan 3 anak-anak. Kayaknya saya bisa dianggap penumpang anak syh jadi kemarin bisa sampai 8 orang. 😀

Oke mari kita cobaaaa!!

Tolongg abaikan pantat si bapak di atas. >.<

Awal-awal perjalanan naik jeep si Chiara sempat takut, tapi lama-lama berkat si bapak yang inisiatif mengajaknya duduk di atas jeep eh dia jadi semangat banget! Hahaha..Makin semangat kalo ada tikungan dan jalan bergelombang yang bikin dia goyang-goyang.

Minggu pagi itu cukup ramai. Di belakang mobil jeep kami banyak rombongan motor yang mau ke puncak juga. Kebanyakan kaum muda-mudi yang saya lihat. Tampaknya memang ini jadi tempat andalan anak-anak muda sekitar sini untuk jadi tempat kumpul. Sepanjang perjalanan naik tampak latar belakang Gunung Merbabu, Andong, Ungaran, dan di kejauhan sana di barat ada Gunung Sumbing dan Sindoro. Hawa sejuk khas pegunungan, pemandangan kehijauan di antara pohon pinus dan pakis rasanya mampu me-recharge kembali energi saya.

Ternyata ada juga tebing batu dan air terjun lho di rute yang kami lalui. Beruntung sedang musin penghujan jadi air terjunnya tidak kering, tapi sayangnya kami tidak sempat berfoto di air terjun. Saya jadi makin penasaran dengan puncaknya seperti apa, mengingat antusiasme pengunjung agak membludak hari itu. Ada beberapa kafe dan spot pemberhentian dalam perjalanan kami menuju ke atas, tapi kami hanya melewatinya saja. Kurang tertarik untuk berfoto melihat keramaiannya dan ribet mau berhenti. Akhirnya setelah menempuh kurang lebih 30 menit perjalanan, sampailah kami di Puncak Telomoyo yang berada di ketinggian 1.894 mdpl.

Lalu bagaimana puncaknya?

Jujur saya dan suami langsung reflek berpandangan mata terbengong-bengong begitu sampai puncaknya. Tau kenapa? Karena pas sampai di puncak itu isinya banyak tiang-tiang pemancar PLN dan Telkom dengan beberapa warung-warung kecil dan pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya. LOL…kami cuma bisa tertawa bersama, untung gag menaruh ekspektasi lebih.

Namun jangan kecewa guys, walau puncaknya seperti itu ternyata memang yang jadi nilai plusnya bukan puncaknya kok. Pemandangan sekitarnya dan landasan paralayanglah yang jadi primadonanya. Menikmati bakso panas atau Indomie di sini bersama orang terkasih ditemani pemandangan yang memanjakan mata tentu jadi lebih nikmat kan. Hehehe…kalau saya pribadi lebih menikmati perjalanan naik mobil jeepnya. Seru!

Bahkan Chiara sampai udah beberapa hari pulang ke Semarang masih ingat lho pengalaman naik mobil jeep ini. Dia suka nontonin video yang saya buat di Instagram saya tentang perjalanan ini.

Worth it gag? Untuk saya pribadi cukup sepadan syh ya. Jalan-jalan kali ini mungkin judulnya “A Spontaneous Trip Without Going Broke.” LOL!

 Walau agak kecewa dengan puncaknya dan kondisinya yang cukup ramai, tapi sebenarnya pemandangannya cukup bagus. Mungkin jika ada waktu yang lebih santai lagi malah lebih enak bisa menikmati setiap spot pemberhentian tanpa terburu-terburu dan dengan kondisi yang lebih sepi. Jangan khawatir soal sinyal telepon karena di puncak pun masih ada sinyal dan bahkan saya bisa mengisi daya baterai hape di warung.

Jadi gimana? Mau nyobain juga apa gag?

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s