JUNE IN SNAPSHOTS & A THOUGHT ON SLOW LIVING

Hi, there lovelies … Happy and blessed Sunday to all of you beautiful souls!

Something about Sundays reverberates quiet reflection for me. For some it is a day of worship, for others, it just screams fun in the sun. If you are lucky you have the day off from work. Whatever your Sunday entails; how about you ask yourself today, What can I do to make life better for me? Be totally selfish. You deserve it. Somehow our souls always have the answers, we know what needs to be done but yet we often times feel guilty about saying no or maybe just disappearing for a few hours for a recharge.

Take a few minutes today to do something that brings you joy. Absolutely no excuses. Even if it is just buying yourself an ice cream cone and pretending that you are a toddler again with not a care in this world. Simply reflect on this past week and what made it great, even if it wasn’t so great to use your imagination it can lead you to some wonderful places.

The year has gone by so incredibly fast, leaving me wishing I knew how to slow down and enjoy life more. I know what a cliche it is to freak out over how fast time goes by, but seriously. Where does the time go?! It’s currently July. Despite this year going by in the blink of an eye, it has gone pretty well. Just looking at that short list makes me feel like I’ve made good use of my time, but I can’t help but think about the fact that we’re halfway through the year and I haven’t really done much. 

Anyway, June was particularly busy for me or Iting. Iting and I both worked, sepatu roda juga jalan terus selama puasa karena persiapan lomba, masih ngurus seleksi buat freestyle sepatu roda Jateng, belum kesibukan suami buat acara kantor dll. So, I have some photos to share with you. They are just simple photos of little things that caught my eye, but I hope you enjoy them nonetheless. Harapannya syh bisa konsisten ngepost tulisan seminggu sekali di blog ini ( Btw pada nyadar gag syh domain blog saya ganti lho >.<). Tapi untuk sekarang rasanya makin susah. Walaupun begitu bukan berarti  tak ada bahan. Bahan tulisan syh ada, tapi mengolahnya itu yang rasanya sudah kehilangan tenaga. Jadi inilah beberapa momen selama bulan Juni yang belum sempat diabadikan di blog. 

  1. My Birthday – 4th June 2018

Beyond the physical, it’s the feeling of aliveness that we need to nurture to stay youthful and enthusiastic about life. 

I look forward to being a mother one day, to growing old with my fine and tender husband, to new adventures together and alone. I look forward to meeting more interesting people as I continue my life’s journey, and delighting in some unexpected magical surprises along the way.

At 28, life is still a perplexing mystery, and clearly, sometimes so am I.

  1. Eid al-Fitr

Well, Eid al-Fitr is officially over and I can’t help but a little feel sad. I love this time of year catching up with family, and I always feel a little deflated when it’s over – but this post isn’t about complaining, it’s about me telling you what a great Eid al-Fitr I had!

I am so lucky to have such great family and friends around me. Even though I don’t see them often, they’re still my favorite people in the world. Alhamdulillah.

  1. WAOT 2018

Sesungguhnya ini acara kantor suami, tapi saya tak ketinggalan donk berhubung diajakin suami. Awalnya rada gag enak ngikut-ngikut acara kantor. Tapi berhubung acaranya semi formal dan saya juga bisa diberdayakan bantu dokumentasi ya sudah jadi pede-pede aja deh. WAOT sendiri kepanjangan dari Winning As One Team, merupakan serangkaian acara lomba dari PT. Surya Madistrindo (Gudang Garam) antar karyawan di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari olahraga sampai adu bakat. 

Suami yang dasarnya kreatif dan suka eksis ya cocok deh ikut acara beginian. Ya jadi supporter lah, ya jadi tim kreatif lah, ya anak perkap juga lah, ya jadi talent band juga lah, semuanya disikat. Hahaha…gag papa deh asal positif kan ya. Saya sebagai istri syh dukung-dukung aja. 

Resikonya selama menuju hari H itu hampir tiap hari suami disibukkan dengan latihan seputar acara. Saya juga jadi ikut ribet bantu ini itu saat suami gag punya waktu lagi. Asli deh hectic banget, tiap hari nyampe rumah udah tinggal merem aja hawanya setelah seharian kerja, lanjut sepatu roda, trus persiapan acara kantor suami. T_T

  1. Piala Ibu Negara 2018

Buat followers Instagram saya atau pembaca yang sudah baca blog saya dari lama pasti tahu kalo saya aktif di sepatu roda. Nah tanggal 5-6 Juli 2018 itu ada agenda lomba Piala Ibu Negara 2018, ini merupakan kejuaraan sepatu roda tingkat nasional yang diadakan setiap dua tahun sekali. 

Otomatis kalo lombanya bulan Juli, persiapan dan latihannya sudah dari beberapa bulan sebelumnya. Hanya saja tahun ini kepotong bulan Ramadhan sehingga waktu latihan sedikit berkurang. Mepet lebaran, saya dan rekan-rekan dari Jawa Tengah baru sempat mengadakan seleksi untuk atlet Jawa Tengah yang akan mewakili kategori freestyle. Fyuuuhhh…untungnya walaupun terhitung mepet semuanya masih bisa terkendali. Syukurlah kerja keras saya dan teman-teman tidak sia-sia karena di ajang lomba tersebut Provinsi Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. Prestasi yang tidak mudah lho. 

Kesibukan soal sepatu roda masih akan berlanjut sampai beberapa bulan ke depan. Agustus ada lomba di Solo dan September ke Jogja. Sudah terbayang betapa rempongnya hari-hari saya ke depan. 

Dari highlights 4 kegiatan besar saya selama Juni sampai awal Juli ini saja rasanya sudah penuh sekali. Padahal belum termasuk kegiatan-kegiatan yang lebih receh yang gag mungkin saya jabarkan di sini satu per satu. Jujur saja 2 bulan belakangan rasanya seperti marathon yang tiada habisnya. I need to slow down life. 

Have you ever tried slowing down and just taking a backseat to enjoy the little pleasure in life?

Going slow is not about doing everything slow it is simply a gentle (yet firm) reminder to all of us that: We need to stop rushing through life so fast that we loose track of ourselves, our own values and what makes common sense. We need to stop applying the same turbo-speed to everything that we do. We need to stop doing everything at once – constantly multitasking – and instead become more present and mindful, focusing on the now and whatever we have in front of us. We need to slow down and find the energy to get involved with the world that we live in.

The art of slow living di sini bukan berarti saya cuma pengennya santai terus. Kadang saya cuma ingin menikmati momen sederhana yang saya lakukan setiap hari. Mencoba menikmati kilometer demi kilometer yang saya tempuh dalam perjalanan sehari-hari tanpa harus tergesa-gesa dari satu agenda ke agenda lainnya. Menyecap rasa hidangan yang saya makan dengan penuh penghayatan. Menumpahkan segenap tekad dan semangat dalam menjalankan tugas kantor yang tiada habisnya. Replace my screen time with reading. Slow down my walking. Yyeaaahh…hanya hal-hal sederhana, tapi terasa mahal beberapa waktu belakangan.

What are you thoughts on slow living? Let me know in the comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s