Djajanti House, Penginapan Rasa Rumah Sendiri di Jantung Kota Semarang

Libur lebaran jadi momen yang pas untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, begitu pun dengan saya dan suami. Di sela-sela libur lebaran kemarin, saya dan suami sempat staycation sebentar di Kota Semarang. Iya di SEMARANG aja karena minggu terakhir ramadhan sampai lebaran hari pertama ada di mertua, jadi lebaran hari kedua giliran sama keluarga di Semarang.

Jadi, penginapan yang akan saya review kali ini memang bukan penginapan yang terbilang baru di Semarang, tapi saya baru sempat nyobain nyh. Dari komen-komen di media sosial ketika beberapa waktu lalu saya posting foto soal penginapan ini juga ternyata banyak yang belum tahu. Pas deh buat direview barangkali ada yang tertarik dan mau coba juga kan ya.

Selamat datang di Djajanti House!

Gag tahu kenapa makin ke sini saya makin suka dengan hotel yang unik dan berkarakter gitu. Gag harus mewah syh buat tempat menginap, tapi yang bisa menawarkan user experience yang beda yang lebih menarik buat saya. Alhasil terpilihlah Djajanti House ini buat dicoba. Sayang sekali saya sampai di Semarang ketika sudah petang, jadi gag sempat foto suasana kamar saat masih rapi deh. Begitu sampai kamar lihat kasur langsung rebahin badan dan barang-barang soalnya.

Oiya buat yang belum tahu, Djajanti House ini terletak di Jalan Semeru Raya No.4B, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kalo dari pusat kota Semarang agak naik dikit tapi gag di pinggiran banget kok. Walaupun lokasinya relatif di pusat kota, tapi agak masuk gang. Cocok buat yang cari suasana tenang dan nyaman namun gag mau jauh dari pusat kota.

Saya sendiri kemarin booking lewat Traveloka. Bisa juga booking langsung ke penginapannya juga syh. Untuk tarif,…bbbeeeuuuhhh…ekonomis dan reasonable kalo boleh saya bilang. Dengan kenyamanan dan lokasi yang ditawarkan menurut saya ya oke banget. Bayangin aja ya, tarif kamarnya yang paling mahal aja cuma 390 ribu! Kemarin saya dapet yang sekitar 340 ribu. Btw berhubung penginapan ini cuma ada 8 kamar jadi ya agak susah juga buat dapetnya kalo pas high season.

How about my first impression? Hmm….rasanya seperti ada di rumah sendiri, homeeeyyyy banget, stafnya juga ramah pula. Begitu sampai di kamar langsung jatuh cinta sama interiornya yang unik, dari mulai gordennya, lightingnya, mesin jahit yang disulap jadi meja, lemarinya muat banyak barang, ada kaca plus lightingnya juga yang bisa buat dandan, nyediain alat solat juga (jarang-jarang nyh ada hotel nyediain alat sholat), semua detail interiornya terasa menyatu dan kamar mandinya yang semi outdoor itu menghadirkan sensasi tersendiri. Overall semuanya nyaman dan suka banget. Gag mewah tapi klop di hati. Pules deh bobok sampai pagi.

Esoknya, saya sengaja bangun pagi karena pengen menikmati segarnya suasana pagi hari di penginapan ini. Mata dan jiwa rasanya seger banget liat yang ijo-ijo. Sambil menunggu sarapan kami siap (YESSS, harga yang dibayar udah include sarapan lho), saya dan suami memutuskan untuk berkeliling di sekitar penginapan. Uuupps…satu hal yang perlu diingat untuk sarapan di sini konsepnya bukan prasmanan ya, jadi harus pesan malam sebelumnya karena kokinya gag sampai siang. Menu yang ditawarkan ada roti, nasi goreng, dan mie goreng. Tak banyak pilihan memang, namun cukup mengganjal perut di pagi hari. Kalo pengen masak-masak sendiri, para tamu juga boleh memakai peralatan yang ada di situ kok, jadi tenang saja kalo kokinya udah pulang.

Jika boleh saya gambarkan, Djajanti House ini terbagi menjadi beberapa area. Ada bangunan joglo yang difungsikan sebagai lobby, tempat makan, dan ruang baca, ada pendopo buat santai-santai, ada bangunan kamar-kamar untuk tamu, ada halaman terbuka untuk bersantai sekaligus jadi sekat antara joglo dan kamar, ada banguan minimalis yang difungsikan untuk hunian pribadi sekaligus area teras outdoor dan tempat penjualan souvenir. Cukup variatif mengingat tempatnya yang tak terlalu luas.

Satu hal lagi yang saya suka, tampaknya penginapan ini sangat memanjakan para pecinta buku. Ada buku di mana-mana, sungguh menggoda sekali untuk berlama-lama di sini sambil membaca buku. AAAaaahhh….gemeesss!

Djajanti House ini ibarat surga tersembunyi di tengah hiruk pikuknya Kota Semarang ya. Hunian bernuansa alam yang dibalut oleh kehijauan, berpadu dengan sentuhan seni yang memanjakan mata, dan suasana akrab serasa di rumah sendiri.

Udah pernah nyobain nginep sini belum? Atau mau dijadiin referensi buat kerabat kalo ke Semarang? Jadi kebayang kayaknya seru bikin family gathering booking semua kamarnya gitu tidur rame-rame, trus malamnya BBQ bareng. Hahaha…gimana, tertarik buat nyobain gag?

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s