Benih

Aku menatap langit.

Gugusan Bima Sakti terbentang memancarkan keagungan jalan yang ku tempuh.

Keagungan ini membuatku cemas.

Keagungan itu menciptakan ketakutan, aku mungkin akan gagal.

Bahwa aku terlalu kecil untuk tugas agung ini.

Meskipun hari ini aku kembali menjadi benih dan lahir kembali.

Aku belajar walaupun perut bumi membuaiku dengan tidur yang nyaman,

Ternyata kehidupan ‘di atas sana’ jauh lebih indah.

Dan aku selalu bisa lahir kembali, sesering yang kumau.

Hingga kedua lenganku cukup panjang untuk memeluk keseluruhan bumi tempatku berasal.

 

Oui .. Je lis!

Sukakah Anda membaca buku? Relakah menyisihkan sebagian uang untuk membeli buku yang disukai? Bagi yang demen membaca seperti saya pasti jawabannya adalah IYA.

Tak jarang saya lebih rela keluar duit banyak buat beli buku daripada membeli fashion item yang paling anyar. Seperti semalam saya kalap membeli 7 buku di Gramedia padahal sebelumnya hanya niat window shopping semata. BBeeuuuhh…toko buku emang racun! Selalu tak tahan untuk beli buku tiap kali masuk.

Hasil borongan semalem.

Hasil borongan semalem.

Tapi saya yakin apa yang saya lakukan bukan hal yang sia-sia. Baca buku, pikiran jadi terbuka, nambah pengalaman dan pengetahuan juga. Ya..semakin saya membaca semakin saya tak tahu apa-apa. Paling tidak saya tahu “Oh ternyata saya belum tahu itu…oh ternyata saya sudah tahu itu…oh begini…oh begitu”.

Saya bersyukur kedua orang tua saya membiasakan saya dari kecil untuk gemar membaca.  Hal ini sangat berguna sekarang ketika saya dewasa. Inget banget gimana dulu suka baca komik Donald bebek, Paman Gober, Majalah Bobo, Novel Lima Sekawan, komik Doraemon dll.hehe..Namanya juga anak kecil, bacaannya juga menyesuaikan. Tapi kalau sekarang tentu jenis bacaan saya jauh lebih beragam.

Makanya dari sekarang saya sudah berpikir, kelak saya akan mendidik anak saya agar gemar membaca juga. Syukur-syukur nanti saat berumah tangga memiliki perpustakaan pribadi. Koleksi buku yang saya miliki saya rawat dengan baik agar kelak masih bisa dibaca oleh anak cucu saya. Hehe..

Seven days, seven books. So far, so good. A good six of those books were timing and luck—it can take me three weeks to finish an audiobook, and more than a month to finish a bedtime story. But I gave it another week. And another. Soon my every waking thought was on reading.

Yeaah..I find nothing in my life that I can’t find more of in books. 

“Reading a book is like re-writing it for yourself. You bring to a novel, anything you read, all your experience of the world. You bring your history and you read it in your own terms.”― Angela Carter

Kisah Nyata Dari mahasiswa Indonesia Di Australia

Kisah ini bukanlah pengalaman pribadi. Saya membacanya lewat update status di facebook oleg salah satu dosen di kampus saya. Memang bukan sebuah hal yang benar-benar baru untuk dibahas. Namun tak ada salahnya kisah berikut ini bisa menjadi motivasi dan pengingat bagi kita semua, khususnya bangsa Indonesia.

Sparkling_Indonesia_by_Janitra

***
Suatu pagi, kami menjemput seorang klien di bandara. Orang itu sudah tua, kira-kira berumur 60 tahun. Bapak ini adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu dan inggris, beliau menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda.

Beliau berkata, “U’re country is so rich!”

Ah biasa banget denger kata-kata itu, ujarku dalam hati. Tapi tunggu dulu. “Indonesia doesn’t need the world,but the world needs Indonesia,” Lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia,U don’t need the world.” “Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja semua hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia. Lima ratus ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen-apartemen terbaru kami yang beli orang-orang Indonesia, tidak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah Rumah Sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat. Terus, kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, benar-benar panik.

Sangat terasa, We Are Nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana, lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Saya liat ini sebagai PELUANG. Kalian sadar tidak kalau negara-negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia!

Ya,karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani-petani sendiri,belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tidak perlu import kalau bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENGEMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!

Share Yah Biar Dibaca Oleh Seluruh Bangsa Indonesia.

Gareng Inline

Bonjour!

Selamat pagi semuanya. Pagi ini saya ingin memposting hal yang ringan-ringan saja. Jadi ceritanya Sabtu tanggal 9 Februari kemarin saya dan teman-teman Inline Skate Semarang abis kondangan ke nikahannya kak Nizar dan Arif. Berhubung kita diundang, jadi sekalian diminta perform deh. Maklum Kak Nizar dan kak Arif nig sama-sama atlit sepatu roda. Foto prewed dan pernikahannya aja ada konsep sepatu rodanya. UUhh..so sweet banget kan. Walaupun sebenernya kami beda aliran dengan mereka. Kalau mereka aliran speed sementara saya dan teman-teman aliran slalom. Tapi tak apa, walau berbeda harus saling support kan?. Alhasil dengan waktu yang mepet karena kita baru dapet kabar sekitar selasa, sementara acaranya Sabtu kita kudu puter otak nih kudu ngasih apa.

Akhirnya agar sesuai dengan konsep pernikahannya kita bikin pair 2 orang dengan nuansa jawa. Tokoh Gareng akhirnya kita pilih berhubung yang main cowok si @alwaysrembes_ & @IlhamSquareface. Berpadu dengan kostum tradisional pula maka inilah wajah ganteng mereka…eng ing eng!

Aku ganteng kan teman-teman?XD

Aku ganteng kan teman-teman?XD

Foto dulu sehabis beraksi yah. Uhh...diriku berasa kecil bangeeet. T_T

Foto dulu sehabis beraksi yah. Uhh…diriku berasa kecil bangeeet. T_T

Ini dia nih pengantinnya. Congrats ya kakaak! Foto by; @luvinside

Ini dia nih pengantinnya. Congrats ya kakaak!
Foto by; @luvinside

Nah…penasaran gimana aksi anak-anak Inline Skate Semarang tadi? Lihat aja nih video di bawah ini. Check this out!


Behind the Scene: Inline Skate Semarang feat MNCTv

Hello world!

Desember 2012 lalu Inline Skate Semarang bekerja sama dengan MNCTv untuk salah satu program untuk anak-anak.    Rencananya akan ditayangkan februari ini. Syutingnya sendiri berlangsung kurang lebih 3 hari. Sungguh proses yang melelahkan, padahal hanya untuk durasi setengah jam! Belum lagi kepotong iklan. Tapi tak apa itung-itung ajang eksis ya. :p

Btw sebenernya ini bukan pertama kalinya ISS nongol di media massa. Sebelumnya ISS pernah muncul di media cetak seperti Suara Merdeka, trus satu lagi saya lupa. Kalo gag salah syh Warta Jateng. Kemudian kami juga pernah mengisi acara di radio. Tapi untuk media televisi seperti ini apalagi nasional adalah pengalaman PERTAMA bagi kami!! So excited!

DAY #1

Konsep hari pertama simpel aja syh. Syuting dilakukan saat jam kepelatihan seperti biasa pukul setengah 4 sore, kebetulan saat itu hari Sabtu. Kurang lebih seperti inilah suasana syuting hari pertama.

AAAaaction!

AAAaaction!

Yang tua-tua juga gag mau kalah yee...hihi...piss om :p

Yang tua-tua juga gag mau kalah yee…hihi…piss om :p

DAY #2

Hari kedua mengambil setting di kawasan Simpang Lima saat Car Free Day, di area perumahan dan juga di Lakers resto and sport club.

Syuting at Car Free Day

Syuting at Car Free Day

Syuting di area rumah

Syuting di area rumah

Tetap ceria di sela-sela syuting yang melelahkan. :)

Tetap ceria di sela-sela syuting yang melelahkan. 🙂

Touchdown tempat kedua at Lakers Resto & Club.

Touchdown tempat kedua at Lakers Resto & Club.

Dikejar mendung ... ayo buruan syutingnya!

Dikejar mendung … ayo buruan syutingnya!

Isi perut dulu yah sebelum lanjut kegiatan. Bon Appétit !

Isi perut dulu yah sebelum lanjut kegiatan. Bon Appétit !

Keluaraga Besar ISS ... chauuw!

Keluaraga Besar ISS … chauuw!

Uhh...liat kolamnya jadi pengen nyebur!

Uhh…liat kolamnya jadi pengen nyebur!

Cari wangsit...hihi :p

Cari wangsit…hihi :p

Had a lots of fun !

Had a lots of fun !

blah blah blah ... geng absurd

blah blah blah … geng absurd

DAY #3

Hmm…hari terakhir. Rasa lelah dan titik jenuh mulai meraja. Tapi kudu tetep semangat ya!. Ok deh untuk lokasi ketiga kita berada di sekitar Lawang Sewu juga di Hendskate. Enjoy!

Kru MNCTv lagi sibuk ambil gambar di Hendskate nyh. Semangat bang!

Kru MNCTv lagi sibuk ambil gambar di Hendskate nyh. Semangat bang!

Awas orang keren mau lewat! haha *lempar botol air mineral*

Awas orang keren mau lewat! haha *lempar botol air mineral*

Dedek cantik dan ganteng yang tetep semangat. salut!

Dedek cantik dan ganteng yang tetep semangat. salut!

Pindah lokasi di Lawang Sewu.

Pindah lokasi di Lawang Sewu.

Capcus ke kawasan kota lama, tepatnya Gereja Blenduk untuk sesi tambahan.semankaaa!

Capcus ke kawasan kota lama, tepatnya Gereja Blenduk untuk sesi tambahan.semankaaa!

 

Lalala yeyeye kelar juga nyh syutingnya yah. Sekarang tinggal nunggu tayangnya kapan nyh. Katanya syh Januari tapi ternyata molor sampai Februari gene. Okelah kita nantikan saja ya kapan tayangnya. Semoga hasilnya tidak mengecewakan. Merci beaucoup 🙂

 

 

 

 

EKSOTISME PURA GUNUNG KAWI #RockOverIndonesia

Hai hai hai ! kali ini saya masih akan membahas perjalanan saya di sekitar Ubud. Berada di Ubud benar-benar menguntungkan karena banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di sekitarnya. Punya waktu banyak atau sedikit semua bisa diatur. Seperti saya yang kali ini tidak punya banyak waktu, sekedar memanfaatkan waktu senggang akhirnya jatuhlah pilihan saya mengunjungi Pura Gunung Kawi. Pura Gunung Kawi terletak di Sungai Pakerisan, Dusun Penangka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Jalur menuju ke sana merupakan jalur yang sama menuju Istana Tampak Siring. Lokasi candi terletak sekitar 40 kilometer dari Kota Denpasar dengan perjalanan sekitar 1 jam menggunakan mobil atau motor. Sementara dari Kota Gianyar berjarak sekitar 21 kilometer atau sekitar setengah jam perjalanan.

Untuk menuju ke Pura Gunung Kawi kita terlebih dahulu harus menuruni ratusan anak tangga yang diapit oleh area persawahan nan indah. Begitu sampai di pintu gerbang kita akan disambut dengan sebuah gerbang yang terbuat dari batu. Konon katanya untuk membuat gerbang ini orang mengeruk sebuah batu besar sehingga bisa menjadi seperti sekarang ini. Sebelum masuk kita terlebih dahulu harus memerciki tubuh kita dengan air suci yang telah disediakan.

Pintu gerbang menuju area Pura Gunung Kawi.

Pintu gerbang menuju area Pura Gunung Kawi.

Kata ”kawi” berarti mengarang kalau kata-kata bijak yang dirangkai menjadi syair yang indah dan penuh makna. Kalau lereng bukit yang dikawi maka kata ”kawi” itu berarti mengukir. Konon yang mengukir lereng bukit Sungai Pakerisan itu menjadi candi adalah Kebo Iwa, tokoh ahli bangunan atau arsitek pada zaman pemerintahan keluarga Raja Udayana. Kebo Iwa membuat ukiran candi sampai menjadi Pura Gunung Kawi dengan menggunakan kukunya. Demikian dinyatakan dalam buku hasil sejarah penelitian pura oleh IHD (sekarang Unhi).

Pura Gunung Kawi dibagi menjadi empat kelompok. Ada kelompok lima candi dipahatkan di tebing timur Sungai Pakerisan berjejer dari utara ke selatan. Kelima candi ini menghadap ke barat. Pahatan candi yang paling utara ada tulisan yang berbunyi ”haji lumah ing jalu”. Kemungkinan candi yang paling utara untuk stana pemujaan roh suci Raja Udayana. Sedangkan yang lain-lainnya adalah istana anak-anak Raja Udayana yaitu Marakata dan Anak Wungsu serta permaisurinya. Di pintu masuk candi sebelah selatan dari Candi Udayana ada tulisan ”rwa anakira”. Artinya, dua anak beliau. Candi inilah yang ditujukan untuk stana putra Raja Udayana yaitu Marakata dan Anak Wungsu.

gkawi 6

Sementara di tebing barat Sungai Pakerisan terdapat empat kelompok candi yang dipahatkan di tebing Sungai Pakerisan itu berjejer dari utara keselatan menghadap ke timur. Menurut Dr. R. Goris, keempat candi ini adalah sebagai padharman empat permaisuri raja. Di samping itu ada satu pahatan candi lagi terletak di tebing barat daya Sungai Pakerisan.

gkawi5

Di candi itu ada tulisan dengan bunyi ”rakryan”. Kemungkinan candi ini sebagai padharman dari seorang patih kepercayaan raja. Karena itulah diletakkan di sebelah barat daya. Di sebelah selatan candi kelompok lima terdapat wihara berjejer sebagai sarana bertapa brata. Raja Udayana dengan permaisurinya berbeda sistem keagamaannya. Raja Udayana lebih menekankan pada ke-Budha-an, sedangkan Gunapriya Dharma Patni lebih menekankan pada sistem kerohanian Siwa. Hal inilah yang menyebabkan agama Hindu di Bali disebut Agama Siwa Budha.

Keberadaan Pura Candi Gunung Kawi ini yang menempatkan dua sistem keagamaan Hindu yaitu sistem Siwa dan sistem Budha sebagai suatu hal yang sangat baik untuk direnungkan demi kemajuan beragama Hindu ke depan. Di samping itu Raja Udayana sangat menerima baik adanya unsur luar yang positif untuk menguatkan budaya Bali saat itu. Seandainya Raja Udayana saat itu menolak apa yang datang dari luar Bali tentunya umat Hindu di Bali tidak mengenal kesusastraan Hindu seperti sekarang ini.

Misalnya ada berbagai jenis karya sastra Parwa dan Kekawin dalam bahasa Jawa Kuno dengan muatan cerita Ramayana dan Mahabharata. Karya sastra Jawa Kuno ini amat besar jasanya dalam memperkaya kebudayaan Hindu di Bali sehingga Bali memiliki kebudayaan yang sangat tinggi sampai sekarang. Semua unsur itu dipadukan dengan budaya Bali yang telah ada sebelumnya. Demikianlah bijaknya Raja Udayana pada zaman dahulu.

Disebelah tenggara dari komplek candi ini terletak Wihara (tempat tinggal atau asrama para Biksu/pendeta Budha). Peninggalan Candi dan Wihara di Gunung Kawi ini diperkirakan pada abad 11 masehi dan juga wujud toleransi hidup bergama pada waktu itu yang patut menjadi contoh dan tauladan bagi kita di masa ini, belajar dari kearifan masa lalu.

gkawi2

gkawi9

gkawi 1

gkawi 3

Asrinya area komplek Pura Gunung Kawi

Asrinya area komplek Pura Gunung Kawi

Sungai yang masih terjaga kelestariannya di area komplek Pura Gunung Kawi.

Sungai yang masih terjaga kelestariannya di area komplek Pura Gunung Kawi.

Benar-benar sebuah tempat yang kaya akan cerita sejarah dan  budaya. Ditambah keasrian Pura ini yang berada di dekat sungai dan sawah menjadi nilai plus mengapa saya sebut tempat ini eksotis.

Blog Komunitas Yang Terabaikan

Iseng buka-buka blognya Inline Skate Semarang pagi ini menimbulkan kegemesan yang tiada terkira. Udah berapa lama coba ni blog gag ke-update. Padahal mulai dari kurun waktu 2012-2013 banyak banget moment-moment yang layak untuk dishare. Hmm…sepertinya butuh seseorang yang bisa total buat nulis dan meng-update apapun tentang ISS nyh. Errrrrgh…sayang banget kan disaat kita akan melakukan ‘syiar’ tentang slalom tapi kita kurang memberikan informasi yang layak diketahui orang lain. Selain itu kan bisa jadi ajang promosi dan company profile untuk ISS juga. Padahal desain dan formatnya sudah bagus, tinggal diisi dengan informasi yang kontinu saja. Haha…ayo teman-teman siapa yang bersedia jadi admin blog nih?

Bagi yang pengen mampir ke blog ISS cek aja di http://inlineskatesemarang.wix.com/inlineskatesemarang

Tegallalang, One of The Most Spectacular Rice Field Terraces. #RockOverIndonesia

Hamparan sawah di Tegallalang, Bali.

Hamparan sawah di Tegallalang, Bali.

 

Bicara Bali tak lengkap kalau tak membahas subaknya. Begitu terkenalnya subak di dunia hingga UNESCO menasbihkan bahwa ini adalah salah satu hal yang perlu dilestarikan. Pemandangan terasering persawahan yang berundak-undak dengan indahnya menjadi daya tarik tersendiri. Jika ingin melihat subak dengan pemandangan yang indah datang saja ke Jatiluwih atau ke Tegallalang. Dua-duanya memiliki pemandangan persawahan yang begitu indah.

Perjalanan saya kali ini mengunjungi Tegallalang. One of the most spectacular rice field terraces is Tegallalang area, just about 15 minutes drive outside of Ubud. Surrounding gorge full of rice fields has over the years attracted many photographers who captured its images on film and photos. Overtime Tegallalang rice fields became an attraction in itself.

Even though a lot of rice fields surrounding Ubud have been converted, terrace rice fields still remain the most popular feature of Bali landscapes. Most of them have been created around 9th century and engineered by the Balinese themselves using water coming from the mountains. The result are step, garden like terraces designed on hillsides and mountain edges with irrigation channels that keep them wet all year round.

Sayang sekali di area Tegallalang ini tidak ada area parker khusus, sehingga kendaraan harus diparkirkan di pinggir jalan.Tak jarang hal ini membuat jalanan macet karena lebar jalan yang memang kecil karena jalan desa. Jika lelah, para pengunjung bisa beristirahat di kafe-kafe yang dibangun menghadap pemandangan area persawahan. Ada pula beberapa kios souvenir ang menjajakan dagangannya. Satu hal lagi yang unik dari tempat ini, banyak berkeliaran anak-anak yang menjajakan kartu pos, usianya sekitar anak SD. Hatii-hati ya karena kadang mereka sedikit agresif.

Jika ada waktu senggang cobalah mampir ke tempat ini, tempat yang tepat untuk sejenak melarikan diri dari keramaian Ubud.

 

SOTO: The National Soup

soto

Tasting the Indonesian food is so much fun. Indonesia is not only rich for its tradition, tribes, and cultures, but it also rich in culinary. This time we will talk about cuisine that famous from East Java but well known all over Indonesia, Soto.

From the taste, the color, and the ingredient, soto is believed not originally an Indonesian food. The historians suggest it was influenced by foreign culinary tradition. It is a mixture of Chinese, Indian, and native Indonesian cuisine. But this delicious food has known for years and developed in so many varians.

Basically soto is mainly composed of broth, meat, and vegetables. But there are some addition dish such as stewed quail eggs or chicken eegs, fried chicken giblets, shredded fried chicken, crisp fried potato, fried tempeh, hot chili sauce, topped with fried shallot. You may complete the flavor wit a slice of lemon squeeze and sweet soy sauce.

Soto usually named based on their chief ingredients or the origin town which developed their regional version of soto and here is some famous soto which well known all over Indonesia:

Soto Ayam is chicken soto in yellow broth, usually served with lontong or rice and completed wit rice vermicelli. The easiest and most common soto served in stall, restaurant.

Soto Babat is a cow’s or goat’s tripe, cooked in a yellow spicy coconut milk broth, served with rice, vermicelli, potato, and vegetables.

Soto Kikil known as Soto Betawi, is made of beef tendon or cartilage cooked in whitish cow milk or coconut milk broth. Easily found in Jakarta and usually served with rice, vermicelli, potato, vegetables, and krupuk (crackers).

Coto Makassar is beef and offal soto boiled in water used to wash rice, served with fried peanut. The appearance may not so nice, but some people love it so much.

Soto Babi is pork soto, cubes sliced pork cooked in a very tasty pork broth, simply serve with rice and celery and fried shallot for great flavor. It is easily find in Bali.

Soto is omnipresent in Indonesia and considered as comfort food. It is available in many open-air eateries, small stall in street corners, fine dining restaurants, and luxurious stars hotel. So do not miss the chance to taste it while your visit in Indonesia. Selamat makan!

Nikmatnya Trekking di Danau Tamblingan & Buyan, Bali. #RockOverindonesia

17 Agustus 2012. Tidak sadar rupanya perjalanan saya kali ini tepat dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Ah..Indonesia itu nggak akan pernah habis dijelajahi. Seperti perjalanan kali ini, saya akan trekking di sekitar Danau Tamblingan dan Buyan!! Excited sekali karena danau ini masih “perawan”. Lokasi 0byek Danau Buyan dan Tamblingan terletak di kawasan yang sangat strategis yakni diapit oleh tiga obyek wisata terkenal yaitu Bedugul dengan Pura Ulun Danunya, Air Terjun Gitgit, dan Lovina Beach. Sebagai latar belakang adalah gunung Lesong dengan ketinggian 1860 m memagari kejernihan air danau sekaligus menciptakan keheningan yang sangat alami.

Danau Tamblingan

lake buyan

Datang saja ke Kabupaten/Kota Buleleng Bali dan siap-siap terpesona oleh indahnya kedua danau yang masih alami ini. Danau Buyan dan Danau Tamblingan seolah danau kembar yang memiliki daya tarik yang sangat mempesona. Keaslian alam di kedua danau ini masih sangat dirasakan, misalnya dengan tidak adanya penggunaan perahu bermotor di kedua danau ini. Masyarakat setempat menggunakan perahu-perahu kecil yang disebut “pedahu” untuk memancing.

Pedahu

Rute trekking saya berdurasi 3 jam dengan pembagian 2 jam jalan dan 1 jam naik pedahu di Danau Tamblingan. Trek yang dilalui cukup mudah meski ada beberapa bagian yang harus berhati-hati karena tanjakan yang curam dan licin. Saya sangat kagum dengan begitu besarnya komitmen masyarakat Bali menjaga alam mereka. Hutan yang masih alami ini menjadi buktinya. Pohon beringin yang begitu besar dengan usianya yang ratusan tahun, serta tanaman-tanaman tropis yang dibiarkan tumbuh bebas di hutan. Oiya, biasanya masyarakat Bali memakaikan kain hitam putih pada pohon beringin, namun jika posisinya ada di hutan seperti yang sekarang saya temui, maka tidak perlu diberi kain hitam putih seperti biasanya. Pohon beringin sendiri bagi masyarakat Bali adalah “Pohon Abadi” karena walaupun  kita menebang pohon tersebut, maka akan terus tumbuh lagi cabang yang baru, dan terus menerus demikian.

Wah saya benar-benar kegirangan berada di hutan ini karena baru kali ini saya menemukan pohon-pohon yang begitu besar dan tingi menjulang. Yah walaupun saat saya ke Kalimantan juga menemukan pohon-pohon besar, tapi tetap saja saya dibuat tak bisa berhenti takjub.

Satu lagi yang membuat saya heran, begitu sampai di pos peristirahatan yang pertama, di situ ada sebuah pure. Iya PURE DI TENGAH-TENGAH HUTAN BELANTARA! Whaaaat?! Gila ni siapa coba yang mau repot-repot jalan jauuuuuuh dan melelahkan untuk bisa beribadah di sini? Dan nyatanya memang ada. Ckckck salut banget deh sama orang Bali! Orang Bali memang TOP dalam menentukan tempat ibadah, mereka selalu memilih tempat-tempat yang eksotis right? Dan keterkejutan saya belum selesai karena di perjalanan saya berikutnya ada 2 pure lagi yang lokasinya WOW!

Pure di tengah hutan

Setelah selesai beristirahat, saya melanjutkan perjalanan lagi. Menuruni sekian ratus anak tangga dari pure tadi saya menuju daerah yang lebih landai yang rupanya mengarah ke arah danau. Benar-benar suasana yang tentram dan tenang. Dan saya menemukan pure lagi saudara-saudara. Yup! Memang tak salah kalo Bali dijuluki pulau seribu pure.

Pura Gubug di danau Tamblingan

Puas melihat dan menikmati pemandangan, saya melanjutkan perjalanan kembali menuju pos terakhir. Di pos terakhir ini saya juga menemukan pure lagi, Cuma kondisinya bagi saya pribadi agak menyeramkan gitu karena ada lukisan wanita yang saya yakin dia adalah salah satu manifestasi dari dewa yang saya tak tahu apa. Hehe..Di sisi lain kondisinya memang agak kurang terawat, apalagi posisinya di tengah hutan. Saya jadi berandai-andai mungkin kalau malam hari sosok itu hidup dan berkeliling ke sana ke mari. Ahh…sepertinya saya terlalu banyak menonton film horor.

Perjalanan saya diakhiri dengan naik pedahu. Iya PEDAHU bukan PERAHU lho. Ini seperti perahu kecil yang terbuat dari batang pohon yang bagian isinya sudah dikeruk. Yay! Seneng banget karena belum pernah naik perahu sekecil ini dan tanpa motor! Ayo semangat dikayuh pake sampan!

Ahhh…benar-benar akhir yang indah. Habis berlelah-lelah berjalan sekian kilo menanjak menurun dsb sekarang bisa santai menikmati indah dan tenangnya danau dari atas pedahu. What a life! God created a huge, beautiful, amazing world for us to explore. A lifetime is not enough to see it all.

 

 

Danau Buyan dan Danau Tamblingan berlokasi di Kecamatan Sukasada, 21 km sebelah Selatan Kota Singaraja, terletak di pinggir jalan Denpasar-Singaraja. Letaknya yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 1000 m dari permukaan laut menyebabkan udaranya agak sejuk dan dingin pada malam hari. Sedangkan Danau Tamblingan dapat dicapai melalui pertigaan ke arah Desa Munduk, desa Gobleg dan tembus di Lovina. Sepanjang jalan ke danau ini dapat dilihat pemandangannya secara utuh. Dari Desa Munduk dapat dicapai danau melalui jalan swadaya masyarakat. Mobil dapat mencapai pinggir danau yang masih asri, dengan kawasan hutannya yang belum tersentuh.

Hmm…btw kok malah kepikran foto prewed di sini ya..haha #abaikan