Blog Komunitas Yang Terabaikan

Iseng buka-buka blognya Inline Skate Semarang pagi ini menimbulkan kegemesan yang tiada terkira. Udah berapa lama coba ni blog gag ke-update. Padahal mulai dari kurun waktu 2012-2013 banyak banget moment-moment yang layak untuk dishare. Hmm…sepertinya butuh seseorang yang bisa total buat nulis dan meng-update apapun tentang ISS nyh. Errrrrgh…sayang banget kan disaat kita akan melakukan ‘syiar’ tentang slalom tapi kita kurang memberikan informasi yang layak diketahui orang lain. Selain itu kan bisa jadi ajang promosi dan company profile untuk ISS juga. Padahal desain dan formatnya sudah bagus, tinggal diisi dengan informasi yang kontinu saja. Haha…ayo teman-teman siapa yang bersedia jadi admin blog nih?

Bagi yang pengen mampir ke blog ISS cek aja di http://inlineskatesemarang.wix.com/inlineskatesemarang

Advertisements

Tegallalang, One of The Most Spectacular Rice Field Terraces. #RockOverIndonesia

Hamparan sawah di Tegallalang, Bali.

Hamparan sawah di Tegallalang, Bali.

 

Bicara Bali tak lengkap kalau tak membahas subaknya. Begitu terkenalnya subak di dunia hingga UNESCO menasbihkan bahwa ini adalah salah satu hal yang perlu dilestarikan. Pemandangan terasering persawahan yang berundak-undak dengan indahnya menjadi daya tarik tersendiri. Jika ingin melihat subak dengan pemandangan yang indah datang saja ke Jatiluwih atau ke Tegallalang. Dua-duanya memiliki pemandangan persawahan yang begitu indah.

Perjalanan saya kali ini mengunjungi Tegallalang. One of the most spectacular rice field terraces is Tegallalang area, just about 15 minutes drive outside of Ubud. Surrounding gorge full of rice fields has over the years attracted many photographers who captured its images on film and photos. Overtime Tegallalang rice fields became an attraction in itself.

Even though a lot of rice fields surrounding Ubud have been converted, terrace rice fields still remain the most popular feature of Bali landscapes. Most of them have been created around 9th century and engineered by the Balinese themselves using water coming from the mountains. The result are step, garden like terraces designed on hillsides and mountain edges with irrigation channels that keep them wet all year round.

Sayang sekali di area Tegallalang ini tidak ada area parker khusus, sehingga kendaraan harus diparkirkan di pinggir jalan.Tak jarang hal ini membuat jalanan macet karena lebar jalan yang memang kecil karena jalan desa. Jika lelah, para pengunjung bisa beristirahat di kafe-kafe yang dibangun menghadap pemandangan area persawahan. Ada pula beberapa kios souvenir ang menjajakan dagangannya. Satu hal lagi yang unik dari tempat ini, banyak berkeliaran anak-anak yang menjajakan kartu pos, usianya sekitar anak SD. Hatii-hati ya karena kadang mereka sedikit agresif.

Jika ada waktu senggang cobalah mampir ke tempat ini, tempat yang tepat untuk sejenak melarikan diri dari keramaian Ubud.