Eco Tourism … Ayo jadi Traveler & Travel Writer yang Bertanggung Jawab!

Bonsoir !

Il est 23h50, je suis en train d’ouvrir mon twitter. Lagi asik-asik ngadepin TL tiba-tiba saya menemukan sebuah link artikel yang menggugah dari salah satu akun twitter tentang travelling yang saya follow.

Artikel ini merupakan tulisan dari salah seorang blogger tentang betapa pentingnya sebagai seorang travel writer kita tidak hanya bisa menulis dan menyajikan foto yang menarik bagi pembaca, namun juga harus bisa bertanggung jawab dengan tulisan dan destinasi wisata yang kita bahas. Ini dia link dari artikel yang saya maksud http://t.co/EtyY66Ty .

Saya pribadi setuju sekali dengan isi artikel tersebut. Berikut beberapa bagian menarik dalam tulisan itu.

“Perilaku egois, narsis dan kekanak-kanakan ini menyebar seperti virus. Menjangkiti banyak orang bahwa traveling adalah perilaku keren nan kece yang harus dilakukan. Bahwa menikmati hidup di luar memejalkan diri untuk melakukan perjalanan jauh dan eksotis adalah keren. Tidur di bandar udara berbekal sleeping bag, melakukan perjalanan ke luar negeri berbekal uang seadanya, menembus hutan lindung dan memotret pemandangan langka nan indah memang adalah kegiatan debar yang melenakan”. 
“Saya khawatir hanya sedikit travel writer yang punya kepedulian semacam ini. Mereka datang hanya untuk bersenang-senang, menulis, foto-foto lantas lupa atau bahkan tak tahu apa akibat dari tulisan mereka itu. Banyak travel writer yang berpikir sempit bahwa dengan mempromosikan satu destinasi akan menarik turis yang bisa memberikan pemasukan tambahan. Tapi sedikit dari mereka yang sadar akibat dari turisme masal adalah masuknya nilai-nilai asing yang bisa jadi merusak kebudayaan lokal”.

 “Perjalanan semestinya mendewasakan. Travel writer yang telah menempuh banyak destinasi, belajar banyak kebudayaan dan menikmati berbagai perjalanan harusnya mengalami ini. Sayangnya beberapa travel writerhanya menganggap melancong adalah sebuah pekerjaan. Sebuah bisnis yang tak menuntut adanya tanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Pergi melancong, tulis artikel, terbitkan dan habis perkara. Mereka lupa bahwa destinasi yang mereka tuliskan adalah rumah bagi seseorang, sebuah tempat bernaung dan berlindung bagi yang lain”. 

Itu adalah beberapa bagian yang saya anggap menarik dari artikel tersebut.

ecotourism

Setelah membaca itu ada sesuatu yang menohok di dalam hati saya. Sedikit banyak saya jadi ikut tersindir juga karena secara tidak langsung saya memang berhubungan dengan dunia tourism. Saya suka travelling, saya suka menuliskan pengalaman travelling saya dalam blog dan kebetulan juga saya bekerja dalam bidang yang berhubungan dengan tourism.

Saya jadi termotivasi untuk menjadi seorang travel writer yang bertanggung jawab. Yaah..walaupun sebenarnya prinsip eco tourism sudah lama saya anut, tapi semenjak sekarang saya jadi lebih hati-hati soal yang satu ini. Karena bagaimana pun juga saya ingin ikut melestarikan setiap destinasi wisata yang saya kunjungi, khususnya alam, agar bisa dinikmati oleh anak cucu saya nantinya. 🙂

Ini nih prinsip dasar eco tourism yang wajib dipahami, diresapi dan dilaksanakan dengan hati.

ecotourism(1)

So.. ayo jadi traveler dan travel writer yang bertanggung jawab! 😀

Advertisements

Sweet Escape to Mt.Bromo #RockOverIndonesia

Oke agak telat pake banget syh sebenernya baru diposting sekarang. Tapi tak apalah ya daripada gag sama sekali.

Well, inilah sedikit cerita perjalanan saya ke Gunung Bromo. Sebelumnya pernah saya #kultwit kan di akun twitter saya. Namun baru sekarang sempat mempostingnya ke blog. hehe

Hmm..Gunung Bromo (dari bahasa SanskertaBrahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten ProbolinggoPasuruan,Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Bromo ini dulunya merupakan gunung tertinggi di Jawa, tingginya sekitar 4000dpl. Namun, sekitar 1 juta tahun yang lalu meletus hebat sehingga puncaknya ambruk ke dalam dan membentuk kaldera.

Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terkenal di Indonesia. Keindahannya bahkan sudah mendunia. Beruntung sekali saya bisa mengunjungi Gunung Bromo lebih dari sekali. Dari pengalaman itulah saya dapatkan berbagai pengalaman yang berbeda tiap kali saya berkunjung ke sana.

Bagi para traveler, hal pertama yang dipikirkan mungkin adalah budget. Berapa syh budget yang dikeluarkan untuk bisa menikmati keindahan Gunung Bromo?. Kemudian bagaimanakah cara menikmati keindahan Gunung Bromo agar bisa didapatkan kepuasan yang maksimal.

Cara paling nyaman untuk sampai ke sana menurut saya adalah melalui jalur darat menggunakan mobil. Sekalipun waktu tempuhnya bisa seharian lebih, tapi jauh lebih fleksibel karena di sana minim sekali angkutan umum. Oiya di desa Ngadas yang terletak di sekitaran Gunung Bromo adalah tempat bermukimnya masyarakat Suku Tengger yang menganut Hindu-Budha, mereka adalah keturunan terakhir Majapahit. Suku Tengger ini sendiri dikenal sebagai sosok yang pekerja keras, mereka biasanya bertani sampai ke puncak-puncak bukit.

Waktu paling baik untuk menikmati keindahan Gunung Bromo adalah saat terbitnya matahari, jadi usahakan malam sebelumnya sudah sampai di Cemorolawang untuk bermalam dan menyewa jeep yang akan digunakan untuk menanjak menuju pos di Gunung Pananjakan. Ingat, karena kita akan menikmati sunrise, maka jeep berangkat pukul 04.00 pagi MAKSIMAL. Pastikan itu ketika anda membooking jeep dan jangan lupa HAPALKAN PLAT NOMORnya, karena di pos Pananjakan nanti akan ada ratusan jeep yang warnanya sama, jadi bisa saja Anda kesulitan menemukan jeep yang membawa rombongan Anda. Untuk menginap ada dua hotel yang letaknya paling dekat untuk mencapai Bromo, yaitu Bromo Permai, Lava View Lodge, dan Lava view Hostel. Selain itu masih ada juga beberapa hotel lain namun letaknya relatif jauh. Jadi saya sarankan jika Anda ingin menginap pilihlah di antara 3 hotel tersebut. Range harganya sendiri tergantung musim, apakah itu low session (Januari-Mei), high session (Mei-September) atau peak session (September-Januari). Kebetulan saya sudah pernah menginap di tiga hotel tersebut, dan jika saya harus memilih maka Lava View jadi pilihan terbaik saya karena posisinya tepat di pinggir kaldera Bromo !!.

Satu hal lagi, pastikan Anda membawa baju hangat karena udara sangat dingin, masker karena pasir di kaldera Gunung Bromo akan mengganggu kenyamanan Anda, kacamata, dan tentunya kamera untuk mengabadikan momen indah Anda. J

Salah satu hal yang terbaik dari Gunung Bromo adalah pemandangannya yang spektakuler berjejeran dengan gunung-gunung lain, sebut saja Gunung Batok, Gunung Kursi dan Gunung Semeru. Ada satu tips rahasia bagi pecinta fotografi nyh, Gunung Semeru tiap 15-20 menit sekali meletus, jadi tangkaplah moment itu dan Anda akan mendapatkan foto yang luar biasa !. Untuk itu hindari musim penghujan ketika Anda berniat mengunjungi Bromo agar kepuasan maksimal bisa tercapai.

Setelah menikmati sunrise di pos Penanjakan, sekarang saatnya mendaki puncak Bromo. Hal pertama yang harus dilalui adala savanna dan kaldera Bromo. Tak ada salahnya Anda berhenti di dua tempat ini karena pemandangannya sungguh menakjubkan.  Jangan lewatkan pula pura yang ada di tengah kaldera Bromo, namun jika Anda wanita yang sedang menstruasi sebaiknya jangan masuk dulu ya. Nah untuk mendaki sampai ke puncak Bromo ini sebenarnya susah-susah gampang. Rintangannya adalah kaldera pasir yang terkadang pasirnya berterbangan tertiup angin, teriknya matahari, jalannya yang naik (namanya juga summit attack), dan 246 anak tangga yang harus dilalui sebelum mencapai puncak. Well, bagi Anda yang tidak terbiasa berjalan atau olahraga mungkin hal ini terasa berat, namun sebenarnya tidak sesulit itu kok. Hehe 😀

Inilah beberapa foto yang saya abadikan … enjoy!

Foto dulu sebelum muncak ...brrrr

 

Sang surya yang masih malu-malu

Subhanallah...gag nyesel jauh-jauh ke sini!

bromo 12

eh ketemu sama presenternya Metro TV !

Travel mate saya kali ini :D

Secuil vegetasi di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Jeep yang membawa saya selama di sini

Hamparan kaldera yang akan saya  lewati nanti

wohoooooo!

Salah satu sudut persembahan masyarakat Suku Tengger

biar panas tetep smangat menerjang kaldera! ^^

Pure di tengah kaldera Bromo dari masyarakat Tengger

Gunung Batok, tetangganya gunung Bromo

semangat kawan!

kalo liat foto ini berasa ad nuansa magisnya

Nah itu tadi rincian kegiatannya sekarang kita bahas budgetnya ya :

Misalkan anggap saja berangkat hari Sabtu pagi dan Pulang Minggu

Bensin          : 800.000 (tergantung dari mana Anda berangkat ya)

Makan          : 100.000 (sesuaikan dengan kebutuhan Anda)

Tiket masuk : 25.000 (tahun 2012)

Sewa jeep    : 450.000 (tahun 2012)

Hotel           : 713.000 (Lava view lodge, Bungalow double di masa High session rate belum termasuk pajak 20% )

TOTAL        :Rp 2.230.600, 00

*Room facilities di hotel sudah termasuk:

  • Welcome drink
  • Tea or coffee maker
  • 2 bottles of 350ml dringking water(jumlahnya bervariasi tergantung tipe kamar)
  •  TV, hot and cold shower
  • Buffet breakfast

 

Karena saya meningap di Lava View Lodge, berikut ini saya jabarkan rincian harganya:

Low Session Rate (from January 05, 2012 to May 01, 2012)

  1. Family room: 950.500
  2. Bungalow triple: 726.000
  3. Bungalow double 634.000
  4. Standard superior twin: 554.500
  5. Standar superior double: 554.500
  6. Extra mattres: 220.000
  7. Additional person charge shared stay: 165.000
  8. Breakfast only: 44.000

Nb: harga di atas belum termasuk pajak 20%

 

High Session Rate (from May 02, 2012 to September 20, 2012)

  1. Family room: 1.188.000
  2. Bungalow triple: 792.000
  3. Bungalow double: 713.000
  4. Standard superior twin: 634.500
  5. Standar superior double: 634.500
  6. Extra mattres: 220.000
  7. Additional person charge shared stay: 165.000
  8. Breakfast only: 44.000

Nb: harga di atas belum termasuk pajak 20%

 

Peak Session Rate (from September 21, 2012 to January 04, 2013)

  1. Family room: 1.346.500
  2. Bungalow triple: 858.000
  3. Bungalow double: 792.000
  4. Standard superior twin: 713.000
  5. Standar superior double: 713.000
  6. Extra mattres: 220.000
  7. Additional person charge shared stay: 165.000
  8. Breakfast only: 44.000

Nb: harga di atas belum termasuk pajak 20%

Itu anggaran paling minimnya, selebihnya disesuaikan saja dengan budget dan kebutuhan masing-masing ya. Tentunya siapkan uang lebih untuk pengeluaran tak terduga dan oleh-oleh mungkin?hehe…sekian pembahasan dari saya, semoga bermanfaat. 😀