Manusia yang berburuk sangka

Good night universe!

Udah beberapa hari ini gue gag nulis. Kangen banget rasanya berceloteh di sini. Well,…tadi syh niatnya pengen ngerjain revisi skripsi, tapi kebiasaan jelek gue kumat kalo udah konek ke internet pasti bawaannya pengen update blog. Dan beginilah akhirnya gue berada di sini.

Beberapa hari ini banyak kejadian berharga yang gue alami. Salah satunya adalah “drama Seba”. Sebelumnya gue jelasin dulu ya bagi yang belum tahu Seba itu apa. Seba adalah salah satu merek inline/sepatu roda yang terkenal di dunia.

Jadi di komunitas gue, Inline Skate Semarang lagi demam yang namanya upgrade inline. Bermula dari satu orang jadi merambat ke semua orang. Semua pengen ganti sepatu inline baru yang lebih bagus dan lebih mahal. Tak terkecuali tentunya gue dan pacar gue si Iting. Saat ini si Iting pake Seba FRX yang harga barunya berkisar 1,8 juta. Begitu dia tahu di Kask*s ada yang jual Seba High Deluxe second, dia langsung semangat pengen jual sepatu yang sekarang dia pake. Bagaimana tidak biarpun second tapi kondisinya masih lumayan bagus, ditambah lagi harganya cuma 2,7 juta. Sementara kalau harus beli yang baru harganya bisa 4,5 juta. Konsumen mana yang tidak tergiur dengan penawaran menarik kayak gitu.

Nih gue kasih gambaran kayak apa syh sepatu Seba High Deluxe itu.

 

 

Di dunia classic slalom (aliran sepatu roda yang gue tekuni), jenis sepatu Seba High Deluxe ini tergolong bagus. Bagus di sini biarpun dia dalam kategori menengah dari sisi range harganya, namun sudah sangat nyaman dipakai untuk berslalom ria. Maka dari itu banyak banget yang suka sama nih sepatu, pokoknya nih sepatu udah punya nama sehingga amat sangat jarang banget ada yang jual dalam versi second.

 

Melihat kesempatan yang tampaknya gag dating dua kali itu akhirnya si Iting buru-buru memasarkan Seba FRXnya sambil mencari tambahan dana yang lain. Kurang lebih sudah hampir seminggu dipasarkan di Kask*s, tapi lom ada kabar baik juga. Sampai akhirnya pada suatu sore si Iting iseng sms si penjual thu Seba High Deluxe. Niatnya dia pengen nyepik perihal DP, eh ternyata bagai kesamber petir di siang bolong, thu orang bilang si Seba udah pindah ke lain tangan alias udah kejual! Jedeeeeer! Patah hati deh thu si Iting, dan gue sebagai pacar yang berbakti ya ikut prihatin juga. Gue paham banget gimana perasaan si Iting, apalagi dia tipikal orang yang kalo udah suka sama barng tertentu kudu bisa dapetin thu barang. Dia galau, gue lebih galau lantaran bingung gimna menghibur hatinya. Dan yang lebih nyesek lagi adalah thu Seba ternyata dibeli sama temennya sendiri si Opank yang kebetulan satu kontrakan juga sama Iting. Makin remuk aja thu hatinya. Sumpah gue gag tega banget saat itu. Gue coba ngadem-ngademin hatinya sepertinya berhasil, tapi tar kadang kalo inget si dia jadi kumat lagi galaunya. Suka tidak suka hidup memang kejam sodara!

 

Nasi sudah jadi bubur, si FRX udah kadung dipasarkan, jadi tetep aja dijual walaupun gag jadi beli High. Sampai tiba saatnya ada rapat pengurus ISS (Inline Skate Semarang), begitu selesai rapat si Iting iseng nyobain Seba High Deluxe yang udah jadi miliknya si Opank. Masih terbersit hasrat terpendam meiliki tuh sepatu walaupun dia mencoba ikhlas. Dan…Alhamdulillah ternyata Tuhan punya rencana baik buat Iting. Begitu kelar nyobain, dia jadi jauh lebih ikhlas menerima kenyataan. Ternyata sepatu itu tidak sesuai dengan harapan Iting. Ukuran sepatunya kekecilan, liner di dalamnya keras karena sudah tipis, walaupun memang dari luar fisiknya masih bagus banget. Saat itu dia menjadi lega karena tidak jadi membeli sepatu. Kalau udah begini dia baru membenarkan deh bejibun nasihat dan penyemangat yang gue kasih ke Iting pas masa galau.

 

Gue yakin banyak di antara kalian yang pernah mengalami kejadian serupa. Banyak di antara kita yang berpikir negatif tentang kejadian buruk yang kita alami. Padahal bukan tidak mungkin kejadian buruk yang kita sebut musibah itu adalah bentuk dari doa kita yang dikabulkan. Tuhan adalah pembuat skenario terbaik, yakinlah setiap musibah atau cobaan yang menimpa kita tidak selamanya buruk. Tapi justru mungkin kita sedang diselamatkan dari musibah yang jauh ebih besar. 😀

THE QUARTER-LIFE CRISIS

Nope, this is not my journal. I copy-paste it from here. Just wanna sharing what I love. Hope we can get honest to our self that all of us have our own “quarter life crisis”.

The Quarter-Life Crisis
by unknown

It is when you stop going along with the crowd and start realizing that there are a lot of things about yourself that you didn’t know and may or may not like. You start feeling insecure and wonder where you will be in a year or two, but then get scared because you barely know where you are now.

You start realizing that people are selfish and that, maybe, those friends that you thought you were so close to aren’t exactly the greatest people you have ever met and the people you have lost touch with are some of the most important ones. What you do not realize is that they are realizing that too and are not really cold or catty or mean or insincere, but that they are as confused as you.

You look at your job. It is not even close to what you thought you would be doing or maybe you are looking for one and realizing that you are going to have to start at the bottom and are scared.

You miss the comforts of college, of groups, of socializing with the same people on a constant basis. But then you realize that maybe they weren’t so great after all.

You are beginning to understand yourself and what you want and do not want. Your opinions have gotten stronger. You see what others are doing and find yourself judging a bit more than usual because suddenly you realize that you have certain boundaries in your life and add things to your list of what is acceptable and what is not. You are insecure and then secure. You laugh and cry with the greatest force of your life. You feel alone and scared and confused. Suddenly change is the enemy and you try and cling on to the past with dear life but soon realize that the past is drifting further and further away and there is nothing to do but stay where you are or move forward.

You get your heart broken and wonder how someone you loved could do such damage to you or you lay in bed and wonder why you can’t meet anyone decent enough to get to know better. You love someone but maybe love someone else too and cannot figure out why you are doing this because you are not a bad person.

One night stands and random hook ups start to look cheap and getting wasted and acting like an idiot starts to look pathetic. You go through the same emotions and questions over and over and talk with your friends about the same topics because you cannot seem to make a decision.

You worry about loans and money and the future and making a life for yourself and while wining the race would be great, right now you’d just like to be a contender!

What you may not realize is that everyone reading this relates to it. We are in our best of times and our worst of times, trying as hard as we can to figure this whole thing out.

I WON’T GIVE UP – JASON MRAZ

Semakin didengerin semakin bagus banget lagunya Jason Mraz yang berjudul I Won’t Give Up. ..pas banget dengan situasi hati saat ini.

Hela nafas sebentar…

Perhatiin dech kalimat per kalimatnya. Indah. Kuat. Penuh makna.

When I look into your eyes
It’s like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
There’s so much they hold
And just like them old stars
I see that you’ve come so far
To be right where you are
How old is your soul?

I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up

And when you’re needing your space
To do some navigating
I’ll be here patiently waiting
To see what you find

‘Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We’ve got a lot to learn
God knows we’re worth it
No, I won’t give up

I don’t wanna be someone who walks away so easily
I’m here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got yeah, we got a lot at stake
And in the end, you’re still my friend at least we did intend
For us to work we didn’t break, we didn’t burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I’ve got, and what I’m not
And who I am

I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
Still looking up.

I won’t give up on us (no I’m not giving up)
God knows I’m tough enough (I am tough, I am loved)
We’ve got a lot to learn (we’re alive, we are loved)
God knows we’re worth it (and we’re worth it)

I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up

Lagu ini seperti bercerita tentang seseorang yang tidak mau menyerah dengan kondisi seberat apapun dalam hubungannya. Jika pasangannya ingin berhenti sejenak, silakan. Dia akan menunggu dan melihat apa yang berhasil didapatkan dari pasangannya setelah berhenti sejenak tadi. Dia tidak mau menyerah begitu saja. Toh, jikapun harus selesai, ia tidak akan menyesal karena semua usaha dan upaya telah dilakukan. Dan dia pun yakin bahwa Tuhan tahu bahwa ini layak untuk dipertahankan. Titik terpentingnya adalah akhirnya sadar bahwa di dunia ini ada yang bisa dan tidak bisa didapatkan.

Meleleh, saudara-saudara!

Meleleh…banget…meleleh optimal. Ada yang mau nyanyiin lagu ini untuk saya? #eh :p